Hidup Adalah Pilihan

March212013
images?q=tbn:ANd9GcRuM3qdFbpD4iCJnt8A6yr

Assalamualaikum wr.wb

selamat sore guys, sore ini admin mau share kisah inspiratif lagi nih.
mari kita simak

Ada seorang pemuda yang mengeluh kepada ayahnya bahwa hidupnya menderita dan ia tidak tahu jalan keluarnya.
Ia lelah berjuang dan bergumul sepanjang waktu.

Kebetulan ayahnya adalah seorang juru masak.
Sang ayah membawa putranya itu ke dapur.
"Ayah, aku bukan mau belajar memasak. Kenapa ayah membawaku ke dapur?" keluh putranya.

"Anakku, perhatikan saja yang ayah kerjakan", katanya sambil menuangkan air ke dalam tiga panci berbeda, dan mendidihkannya.
Setelah mendidih, dimasukkannya wortel ke dalam panci pertama, telur ke panci kedua, dan biji kopi ke panci ketiga.
Kira-kira 20 menit kemudian, dengan hati-hati, sang ayah menuangkan wortel di panci pertama ke sebuah mangkok yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Lalu, telur ditaruh di mangkok lain dan air biji kopi dituangkannya ke dalam sebuah gelas.

"Nah. Kamu lihat tadi. Tiga benda, wortel-telur-bi­ji kopi, sama-sama dimasukan ke dalam air yang mendidih.
Apa yang terjadi?
Respons setiap benda ternyata tidak sama.
Pertama, wortel sebelumnya keras kan?
Tetapi setelah dimasukkan ke dalam air mendidih, lama-kelamaan berubah menjadi lunak.
Kedua, telur karena ada dalam kondisi air mendidih, cairan dalam telur yang terlindungi cangkang tipis, akan mengeras.
Ketiga, biji kopi ia perlahan mengubah kualitas air dan menciptakan sesuatu yang baru dengan cara melebur menjadi satu dengan sifat air itu.
Selain itu, ia menaburkan wangi semerbak ke sekitarnya.

"Wortel, telur dan biji kopi diibaratkan sebagai tiga macam reaksi manusia terhadap rintangan dan halangan yang harus dihadapinya.
Seperti wortel, saat menemui rintangan, perlahan tapi pasti ia akan melemah dan akhirnya tak berdaya.
Sedangkan telur, saat menghadapi halangan, akan berubah menjadi pribadi yang keras, kuat, dan tangguh. Lebih hebatnya lagi, seperti biji kopi, dia mampu melebur dan bahkan menyebarkan bau wangi berupa kebaikan dan kedermawanan kepada orang-orang di sekitar pada situasi sesulit apa pun.

"Karena itu, Nak, dalam menjalani hidup ini, tidak peduli menghadapi rintangan atau halangan apa pun, jangan pernah mengeluh dan bersedih.
Coba pikirkan kembali tiga benda ini.
Kamu bisa menjadi wortel, telur, atau biji kopi.
Pilihan ada di tanganmu. "
Netter yang Luar Biasa, Kita tahu, sebuah masalah tidak akan selesai dengan bersedih hati dan berkeluh kesah terus-menerus.
Karena sejatinya, hidup adalah akumulasi dari keputusan-keput­usan kecil yang kita buat setiap waktu.
Apapun pilihan keputusan kita, akan menentukan sukses atau gagal di kemudian hari.

Karenanya, ­ mari kita pastikan, terus belajar dan berjuang agar bijak dalam menentukan pilihan yang kita putuskan serta mampu membawa kebaikan bagi diri sendiri dan sesama.

Kalau kita bisa memilih bahwa hidup ini adalah perjuangan, kita akan optimis menyiapkan segala sesuatunya dalam menghadapi apa pun, untuk menciptakan sukses di kemudian hari.

semoga kita bisa mengambil hikmah nya.

wassalamualaikum wr.wb

Renungan Tentang Sosok Ayah

March202013
ThumbnailBiasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau d luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya a­kan sering merasa kangen sekali dengan mamanya. Lalu, bagaimana dengan papa? Mungkin mama memang lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari! Tapi tahukah kamu, jika ternyata papalah yang mengingatkan... [Baca selengkapnya]

Piagam Ibu

March182013
ThumbnailAssalamualaikum wr.wb selamat sore sobat semua, bagaimana kabar sobat semua, semoga baik dan sehat semua. sore ini admin mau share kisah inspiratif semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya. mari kita simak semuanya Suatu hari, di sebuah rumah terlihat kesibukan penghuninya. Mereka bersama-sama mengangkat, menggeser, dan memindah-mindahkan berbagai macam perabot rumah dengan diselingi canda dan sapa akrab di antara mereka. Rupanya seiring dengan bertambahnya usia, anak-anak ingin... [Baca selengkapnya]
 
Kembali ke Atas